Baby Blues or Baby Bless (Bagian ke-2 : Setelah tusukan keenam)

5 09 2010

Pada Senin pagi tanggal 26 Juli saya bergegas menuju RS X di mana saya diperiksa oleh dokter yang sama dengan di RB Y. Seminggu sebelumnya dokter ini hanya memberi waktu hingga hari Sabtu tanggal 24 Juli untuk kelahiran si bayi mengingat usia kandungan yang hampir 40 pekan, tetapi setelah melihat kondisi air ketuban dan gerakan bayi yang masih cukup maka waktu diperpanjang lagi untuk dilihat kembali pada Senin 26 Juli. Namun pada pagi Senin itu ternyata telah ada pembukaan sebesar 3 cm (bukaan 3) dan saya tidak diijinkan pulang, melainkan langsung dirujuk ke RB Y dengan pesan tambahan untuk diinduksi jika dalam satu jam kontraksi masih tidak teratur.

Benar saja, satu jam kemudian yaitu jam 10, kontraksi masih belum muncul. Jujur saja, di dalam hati saya masih muncul penolakan untuk induksi sehingga saya masih menunda nunda dan memilih berjalan-jalan saja. Kekhawatiran proses induksi akan berakhir di meja operasi membuat saya agak bergidik. Kebetulan saat itu saya bertemu pemilik RB yang mengharapkan saya bisa melahirkan tanpa induksi. Ketakutan akan rasa sakit yang lebih akibat induksi juga membayangi saya. Akhirnya saya harus menyerah ketika para bidan meminta kesediaan saya untuk memulai proses induksi.

Diawali sekitar pukul 10.30 saat jarum suntik pertama menembus tangan kiri saya untuk memasukkan infus hingga tusukan keempat pada jam 12 siang, kedua bidan tidak berhasil mendapatkan pembuluh darah yang bisa digunakan untuk infus. Hasilnya saya cukup mengalami rasa sakit akibat empat kali tusukan. Setiap kali jarum ditusukkan maka seketika itu pula pembuluh darah saya pecah dan bengkak. Kedua bidan memohon maaf pada saya karena hal tersebut. Baru sekali ini mereka mengalami kejadian serupa, pun bagi saya, tak pernah mengalami hal seperti ini. Sepertinya saya takut. Sekitar pukul 1 siang barulah dicoba kembali tusukan kelima di lengan kanan saya, dan kembali gagal. Alhamdulillah 1 cm di atas bekas lubang jarum tadi berhasil ditembus dan cukup baik untuk memasukkan infus dan oksitosin tentunya. Jam 2 kurang kontraksi mulai muncul teratur dan mencapai puncaknya sekitar jam 2.45. Kontraksi yang kuat tak tertahankan muncul hanya dalam selang 1-2 menit sehingga menimbulkan rasa ingin mengejan yang kuat. Badan saya sudah menggelepar, melintir-lintir merasakan kontraksi hebat. Selang 30 menit kemudian tiba saat menentukan ketika kepala si bayi tiba-tiba masuk ke jalan lahir sehingga saya diijinkan mengejan. Alhamdulillah dalam satu kali hentakan lahirlah sang bayi itu dan tak lama diiringi tangisan kerasnya. Tepat jam 3.12 putri ketiga telah lahir.

Kesetian seperti Berlian yang Sempurna

Bagaimanapun saya Beruntung suami saya mendampingi proses dari awal hingga akhir, segala syukur saya kepada Allah atas segala kemudahan yang diberikan-Nya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: